TA DIGITAL
Pengaruh Toxic Leadership, Beban Kerja, Burnout, dan Kompensasi Lembur Terhadap Capaian Target Pendapatan dengan Kinerja Karyawan sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan PT Arteria Daya Mulia = The Effect of Toxic Leadership, Workload, Burnout, and Overtime Compensation on the Achievement of Income Targets with Employee Performance as a Mediating Variable among Employees of PT Arteria Daya
PT Arteria Daya Mulia (PT ARIDA), perusahaan manufaktur jaring dan tali di Cirebon, secara umum mencapai target pendapatannya, namun capaian tersebut masih bergantung pada kebijakan lembur saat terjadi penumpukan pekerjaan, sementara burnout karyawan tetap tinggi meskipun toxic leadership berada pada kategori sedang, memunculkan kesenjangan antara teori dan kondisi lapangan berdasarkan pra-survei terhadap 30 karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh toxic leadership, beban kerja, burnout, dan
kompensasi lembur terhadap capaian target pendapatan karyawan PT ARIDA, baik secara langsung maupun melalui kinerja karyawan sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 314 responden dari populasi 1.448 karyawan yang terlibat langsung dalam pencapaian target, jumlah sampel ditentukan melalui rumus Slovin, menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dianalisis dengan uji asumsi klasik, analisis jalur (path analysis) dua tahap, uji t, uji F, koefisien determinasi, dan uji Sobel melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan toxic leadership, beban kerja, dan burnout berpengaruh positif signifikan, sedangkan kompensasi lembur berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan (Adjusted R Square = 0,107); kinerja karyawan selanjutnya berpengaruh positif signifikandan menjadi prediktor terkuat terhadap capaian target pendapatan (Adjusted R Square = 0,317). Hasil uji Sobel membuktikan bahwa kinerja karyawan memediasi pengaruh toxic leadership, beban kerja, dan burnout terhadap capaian target pendapatan, namun tidak memediasi pengaruh kompensasi lembur. Arah pengaruh toxic leadership, beban kerja, dan burnout yang positif berlawanan dengan hipotesis awal, mengindikasikan kemungkinan mekanisme kepatuhan yang menekan (coercive compliance) atau budaya kerja yang sangat
berorientasi target, yang perlu dicermati manajemen agar tidak mengorbankan keberlanjutan kinerja jangka panjang.
Tidak tersedia versi lain