SKRIPSI DIGITAL
Rancang Bangun Sistem Controlling dan Monitoring Cerdas Antar Kumbung untuk Penyiraman pada Budidaya Jamur Tiram Berbasis Internet of Things di Dusun Gogik, Kabupaten Semarang = Design and Development of an IoT-Based Smart Controlling and Monitoring System for Inter-House Watering in Oyster Mushroom Cultivation in Gogik Hamlet, Semarang Regency
Ika Rahmawati, Muhammad Sebastian, Sabriana Oktafiantari, Sadana Ardi, “Rancang Bangun Sistem Controlling Dan Monitoring Cerdas Antar Kumbung Untuk Penyiraman Pada Budidaya Jamur Tiram Berbasis Internet Of Things Di Dusun Gogik, Kabupaten Semarang”, Tugas Akhir S.Tr Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi, dibawah bimbingan Ari Sriyanto Nugroho, S.T., M.T., M.Sc., dan Rizkha Ajeng Rochmatika, S.T., M.T. Juli 2026, 220 Halaman.
Budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Dusun Gogik, Kabupaten Semarang, masih dilakukan secara konvensional, di mana suhu dan kelembapan kumbung dikelola berdasarkan intuisi petani tanpa data yang akurat, sehingga produktivitas panen tidak konsisten. Penelitian ini merancang dan membangun sistem controlling dan monitoring cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Long Range (LoRa) untuk mengotomatisasi penyiraman melalui dua mode, yaitu berbasis jadwal waktu (time-based) yang dapat diatur secara mandiri oleh petani, serta berbasis ambang batas sensor kelembapan (threshold-based), sekaligus memantau kondisi lingkungan dua unit kumbung secara real-time melalui aplikasi web, menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor SHT30, modul LoRa SX1276 point-to-point antara Gateway dan Node, serta Firebase sebagai penghubung data ke antarmuka web.
Hasil pengujian menunjukkan sensor SHT30 memiliki akurasi baik (rata-rata error suhu 1,62%–2,90%, kelembapan 1,41%–3.10%), namun kondisi lingkungan aktual belum sepenuhnya sesuai standar budidaya, kelembapan terukur (56,0%–75,5%) berada di bawah rentang optimal 80%–90%. Komunikasi LoRa mampu menjangkau 448,39 meter pada kondisi non-line-of-sight dengan link margin +12 dB pada titik terjauh, meskipun rata-rata Packet Delivery Ratio (PDR) sebesar 79,99% menunjukkan penurunan kualitas sinyal pada jarak menengah akibat multipath dan difraksi. Waktu respon kendali otomatis rata-rata 3,74–4,49 detik, sedangkan kendali otomatis berbasis threshold kelembapan rata-rata 5,38–6,05 detik dengan setiap siklus penyiraman terbukti mampu menaikkan kelembapan udara antara 1,51%–9,90%, keduanya lebih cepat dibanding kendali manual (5,23–12,52 detik) akibat rantai komunikasi Firebase-LoRa yang lebih panjang. Seluruh pengujian fungsionalitas web berhasil 100%. Sistem terbukti meningkatkan efisiensi pemantauan dan pengendalian lingkungan budidaya jamur tiram secara jarak jauh, meski kelembapan udara dan keandalan sinyal LoRa pada jarak menengah masih perlu ditingkatkan.
Kata kunci : IoT, LoRa, ESP32, SHT30, Monitoring, Controlling, Jamur Tiram, Penyiraman Otomatis
Tidak tersedia versi lain