SKRIPSI DIGITAL
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Pasang Surut Air Laut Berbasis Internet of Things dengan Protokol Long Range Wide Area Network (LORAWAN) di Wilayah Tanjung Emas dan Morodemak = Design and Development of an Internet of Things-Based Tidal Monitoring System Using the Long Range Wide Area Network (LoRaWAN) Protocol in the Tanjung Emas and Morodemak Areas
Laras, Lintang Cahya Riskia, Muhammad Hutaraya Dewa, dan Muhammad Luqman
Khanafi. “Rancang Bangun Sistem Pemantauan Pasang Surut Air Laut Berbasis Internet of
Things dengan Protokol Long Range Wide Area Network (LoRaWAN) di Wilayah Tanjung
Emas dan Morodemak”, Tugas Akhir D4 Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Dr. Amin Suharjono, S.T., M.T., dan
Budi Basuki Subagio, S.T., M.Eng., Agustus 2026, 109 halaman.
Banjir rob merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah pesisir akibat
kenaikan permukaan air laut yang dipengaruhi oleh pasang surut. Kondisi tersebut
memerlukan sistem pemantauan yang mampu bekerja secara real-time, memiliki
jangkauan komunikasi yang luas, serta dapat beroperasi secara mandiri di lokasi yang
terbatas akses listrik dan internet. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan
mengimplementasikan sistem pemantauan pasang surut air laut berbasis Internet of Things
(IoT) dengan protokol LoRaWAN di wilayah Tanjung Emas Semarang dan Morodemak
sebagai sistem pendukung peringatan dini banjir rob. Metode penelitian yang digunakan
adalah Prototyping. Sistem terdiri atas beberapa node sensor berbasis ESP32 yang
dilengkapi sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi muka air laut, modul komunikasi
LoRa, catu daya mandiri berbasis panel surya dan baterai, serta node gateway yang
meneruskan data ke server. Data hasil pengukuran disimpan pada basis data MySQL dan
ditampilkan melalui website berbasis CodeIgniter dalam bentuk nilai real-time, grafik
historis, serta notifikasi peringatan ketika terjadi perubahan status ambang batas tinggi
muka air laut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem multi-gateway mampu
menerima dan meneruskan data dari empat node sensor, dengan nilai VSWR antena berada
pada rentang 1,414–1,788 dan jarak pengujian terjauh mencapai 340 meter. Akurasi sensor
menunjukkan error rate sebesar 0,03%–0,78%, dengan selisih pembacaan maksimum
sekitar 0,78 cm terhadap data referensi BMKG dan masih berada di bawah toleransi
operasional ±5 cm. Sistem peringatan dini memiliki delay rata-rata sekitar 3,67 detik,
sedangkan memori dinamis ESP32/MiSREd IoT berada pada kisaran 245–346 KB. Pada
kondisi tanpa asupan sinar matahari, sistem mampu beroperasi selama 40–99,68 jam
bergantung pada beban transmisi. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dirancang
mampu melakukan pemantauan ketinggian muka air laut secara real-time, mendukung
komunikasi nirkabel jarak jauh, dan menyediakan informasi peringatan dini banjir rob.
Kata kunci: Internet of Things, LoRaWAN, ESP32, pasang surut air laut, banjir rob, multi
gateway.
Tidak tersedia versi lain