SKRIPSI DIGITAL
Analisis Unjuk Kerja Termal Sistem Pengisian Baterai Kendaraan Listrik yang Disuplai oleh Baterai SPKLU = Thermal Performance Analysis of an Electric Vehicle Battery Charging System Supplied by an SPKLU Battery
Lucky Virgiawan Andromedha, “Analisis Unjuk Kerja Termal Sistem Pengisian Kendaraan Listrik yang Disuplai oleh Baterai SPKLU”. Skripsi DIV Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang, di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Dwiana Hendrawati, S.T., M.T. dan Erwan Tri Efendi, S.T., M.T. Juli 2026, 114 halaman.
Sistem pengisian kendaraan listrik menghasilkan panas pada baterai maupun komponen elektronika daya selama proses konversi energi. Peningkatan temperatur yang tidak terkendali dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat degradasi komponen, sehingga diperlukan evaluasi karakteristik termal untuk memastikan sistem beroperasi dalam batas temperatur yang aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis unjuk kerja termal sistem pengisian kendaraan listrik yang disuplai oleh baterai SPKLU melalui analisis profil temperatur, evaluasi temperatur operasi komponen, serta identifikasi komponen dengan temperatur tertinggi. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada variasi State of Charge (SoC) awal 5%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan mengukur temperatur, tegangan, dan arus, kemudian dianalisis menggunakan parameter termal Qin, Qout, dan Qnet. Hasil penelitian menunjukkan temperatur maksimum baterai SPKLU berada pada kisaran 34–36 °C, inverter sebesar 53,48 °C, heatsink OBC sebesar 77,68 °C, dan baterai EV sebesar 41,50 °C. Seluruh komponen masih beroperasi di bawah batas temperatur yang direkomendasikan. Analisis konservatif menunjukkan temperatur junction IGBT inverter sebesar 64,31 °C dan MOSFET OBC sebesar 95,73 °C, masih berada di bawah batas maksimum 150 °C. OBC merupakan komponen dengan temperatur operasi tertinggi (hotspot) akibat rugi-rugi konversi daya dan keterbatasan ventilasi, namun sistem pengisian secara keseluruhan masih menunjukkan unjuk kerja termal yang aman.
Tidak tersedia versi lain